Bijak Menggunakan Pinjaman Online

Argonews-Surabaya,

Sekilas opini dan beberapa sudut pandang dari Agung Hendra S.,SH. Selaku Pengacara Muda yang tergabung dalam kantor Hukum ARA Indonesia dibawah naungan organisasi PERADI dan aktif di berbagai organisasi social ditingkat Nasional dan Daerah, dalam kesempatan ini akan membahas tentang Keuntungan dan kelemahan dalam menggunakan Pinjaman Online.

Perusahaan pinjol tidak bisa dipungkiri menjadi salah satu alternatif solusi keuangan masyarakat saat ini karena proses pengajuan yg mudah hanya dengan upload foto pribadi dan foto identitas sebagai persyaratan administrasi pengajuan tanpa jaminan surat berharga dibandingkan pengajuan pinjaman secara konvensional di Lembaga keuangan pada umumnya.

Perlu diketahui Bersama bahwa akad awal Pinjaman Online adalah kesepakatan hutang piutang, resiko dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh Nasabah adalah hutang harus dibayar sesuai jatuh tempo dan bunga yang sudah ditetapkan.

Namun kesadaran masyarakat akan kemampuan bayar dan pemahaman atas resiko pinjaman online masih kurang, termasuk mengecek daftar pinjaman online yang legal dibawah naungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), masyarakat pengguna pinjaman Online lalai dalam melakukan kewajiban pembayaran.

Jika Nasabah sudah lalai dalam melakukan kewajiban bayar maka tidak menutup kemungkinan seluruh kontak person nasabah peminjam ikut terkena dampak penagihan, kenapa seluruh kontak person?, karena kontak person dalam HP peminjam akan menjadi jaminan atau agunan seperti halnya agunan BPKB atau sertifikat pada akses permodalan pada Lembaga keuangan konvensional, dan perlu diketahui Penagihan pinjol khususnya yang tidak terdaftar pada OJK kerap dengan cara-cara kekerasan yang berujung pada pidana pencemaran nama baik dan pengancaman, tentunya hal ini merupakan Tindakan pidana melanggar UU ITE No. 19 tahun 2016 dan bisa dilaporkan oleh nasabah peminjam ataupun kontak person yg merasa dirugikan dengan adanya ancaman dll.

Sebanding dengan Tindakan nakal penaggihan Pinjaman Online, bagi nasabah peminjam yang lalai terhadap kewajiban bayar bisa digugat secara keperdataan dan bisa dilaporkan penggelapan jika cukup bukti oleh perusahaan pinjol.

dengan demikian maka alangkah lebih baik jika kita mengedukasi masyarakat untuk menyesuaikan pinjaman sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan kemampuan bayar, sehingga bisa menunaikan kewajiban bayarnya serta meminimalisir kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.(AHS)

Related Post
LEAVE A REPLY