Daya Tampung RS Covid Sejumlah Daerah Hampir Penuh

ArgoNews - Jakarta, Daya tampung rumah sakit rujukan Covid-19 di sejumlah daerah sudah hampir mencapai batas kapasitas maksimal. Lonjakan kasus positif virus corona pada bulan Januari 2021 menjadi penyebabnya.

Kondisi itu ditunjukkan dengan tingkat keterisian tempat tidur di ruang isolasi maupun ICU pasien Covid-19 yang melebihi 70 persen. Padahal, ambang batas bed occupancy rate (BOR) atau rasio keterisian tempat tidur ideal menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di angka 60 persen.

Dari rangkuman CNNIndonesia.com, terdapat beberapa daerah yang tercatat melebihi standar BOR WHO, yakni DKI Jakarta, Kota Depok, Kota Kupang, Kota Surabaya, Kota Semarang, dan Yogyakarta.

Sampai dengan 17 Januari, tingkat keterisian tempat tidur isolasi di 101 RS rujukan di Jakarta sudah mencapai 87 persen. Sementara, keterisian ICU untuk pasien bergejala berat sudah mencapai 82 persen.

Sementara itu, pada awal tahun, tingkat keterisian tempat tidur di Kota Depok sempat mencapai angka 85 persen dan tingkat keterisian ruang ICU mencapai 90,32 persen.

Di Surabaya, krisis tempat tidur juga terjadi. Bahkan, beberapa waktu lalu Satgas Penanganan Covid-19 Surabaya telah mengalihfungsikan asrama haji, di mana 180 ruang di sana akan dipakai untuk perawatan pasien bergejala.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperkirakan tempat tidur di ruang ICU dan isolasi di RS rujukan Covid-19 bakal penuh hingga Februari 2021. Kondisi tersebut dikarenakan Indonesia mengalami lonjakan kasus positif Covid-19 yang tak lepas dari gelombang libur akhir tahun.

"Ini adalah masalah yang akan kita hadapi minggu ini, minggu depan, sampai dengan akhir Januari atau awal Februari," kata Budi beberapa waktu lalu.

Terkait hal tersebut, Budi meminta agar pasien positif yang tidak bergejala untuk isolasi mandiri di rumah masing-masing. Budi menyatakan, kapasitas tempat tidur rumah sakit tidak akan cukup menampung seluruh pasien Covid-19.

"Tolong bapak ibu, kalau misalnya bapak ibu tidak demam dan tidak sesak napas, itu masih bisa dilakukan isolasi mandiri. Kalau bapak ibu punya rumah sendiri, punya kamar sendiri, lakukan di rumah," kata Budi dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (11/1).

Dengan kapasitas RS rujukan yang hampir penuh, pemerintah di sejumlah daerah itu pun memutar otak agar pasien Covid-19 tetap dapat tertangani. Mereka mulai menyulap sejumlah fasilitas umum yang sekiranya dapat dijadikan sebagai tempat isolasi bagi pasien yang bergejala ringan ataupun tanpa gejala.

Salah satunya Pemkot Madiun yang meminjam gerbong kereta PT Inka untuk dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19.

Direktur Utama PT Inka Budi Noviantoro menjelaskan gerbong-gerbong tersebut merupakan Emergency Medical Train (EMT) atau kereta medis darurat yang telah disiapkan sejak 2020.

"Kemarin lapor ke Inka, beliau (Walikota Madiun), karena melihat situasi, mungkin, penuh kali fasilitasnya. Sekarang masih proses, beliau minta surat ke gubernur kalau enggak salah. Kemudian juga satgas Covid-19," kata Budi saat dihubungi.

Sementara itu, di Kelurahan Pondok Labu, warga RW 003 memutuskan untuk menyulap Gedung Sasana Krida Karang Taruna untuk isolasi mandiri warga setempat yang terpapar Covid-19.

(dmi/bmw)

Sumber dari cnn

Related Post
LEAVE A REPLY