Tak Semua Stasiun Bisa Dikembangkan TOD, Begini Penjelasannya...

Argonews - JAKARTA, Direktur Perencanaan Tata Ruang Nasional Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan (ATR/BPN) Dwi Hariyawan menegaskan, tak semua transportasi publik mengedepankan konsep Transit Oriented Development ( TOD).

"Jadi, belum tentu seperti itu. Selama ini, kita salah mengartikan bahwa setiap stasiun itu (sudah pasti) TOD," tutur Dwi dalam webinar, Kamis (15/10/2020).

TOD merupakan kawasan kota yang didesain untuk mengintegrasikan transportasi publik dengan kegiatan masyarakat, bangunan, dan ruang publik (public space).

Prinsip pengembangan TOD yakni, terdapat kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan bermotor, penataan parkir, dan memiliki jaringan jalur pejalan kaki atau memiliki aksesibilitas tinggi.

Kemudian, kawasan dengan rute pendek bagi pejalan kaki (walkability) dan tata bangunan dalam mewujudkan kenyamanan bagi moda transportasi tidak bermotor dan pejalan kaki.

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk menentukan lokasi kawasan TOD sesuai dengan rencana tata ruang.

Penentuan lokasi tersebut di antaranya berada pada simpul transit jaringan angkutan umum massal yang berkapasitas tinggi berbasis rel. Lalu, memenuhi persyaratan intermoda dan antarmoda transit, dilayani paling kurang 1 moda transit jarak dekat dan 1 moda transit jarak jauh, serta sesuai dengan arah pengembangan pusat pelayanan kegiatan.

Kemudian, pertimbangan penentuan lokasi kawasan TOD sesuai dengan rencana tata ruang harus mengedepankan kawasan dengan kerentanan bencana rendah yang disertai dengan mitigasi risiko untuk mengurangi risiko bencana.

Selain itu, penentuan lokasi TOD tersebut berada pada kawasan yang tidak mengganggu instalasi penting negara.

Sumber dari kompas.com

Related Post
LEAVE A REPLY